Toponimi Studies




JEJAK INDONESIA DALAM PENAMAAN NAMA TEMPAT DAN JALAN  DI SINGAPURA;  SEBUAH KAJIAN TOPONIMI    

Mesiyarti Munir
  *dipresentasikan dalam Seminar Nasional Toponimi, Universitas Indonesia  

Abstrak

Sejarah penamaan beberapa nama tempat di Negara Singapura tidak dapat dilepaskan dari pengaruh bangsa Indonesia. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari penamaan nama-nama tempat dan jalan di negeri ini. Suku Bugis yang berasal dari Indonesia memberikan jejak yang cukup signifikan pada penaman tempat seperti “Kampung Bugis’ dan distrik “Sengkang’ yang saat ini sangat dikenal oleh kawasan wisatawan. Tulisan ini adalah penelitian toponimi yang bertujuan untuk mendapatkan sejarah penamaan nama tempat dan jalan di Singapura yang ada hubungannya dengan jejak Indonesia di Singapura. Selain itu, penelitian ini juga akan menemukan apakah penaman tersebut masih digunakan hingga saat ini ataukah telah terjadi perubahan-perubahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif  dengan sumberdata yang ditemukan dari literatur dan lapangan. Teknik analisis data menggunakan kajian etimologi dan semiotik Barthes. Hasil menunjukkan bahwa penamaan nama jalan dan tempat yang dipengaruhi oleh sejarah Indonesia di negeri Singa ini berasal dari nama-nama kota, nama-nama buah-buahan, nama-nama tempat, dan nama-nama bunga.





Kata kunci: toponimi, etimologi, nama, Singapura


Penamaan nama tempat tidak terlepas dari bahasa dan sejarah dari suatu wilayah. Begitu halnya dengan penamaan nama-nama tempat yang ada di Singapura. Beberapa nama tempat di negara ini dipengaruhi oleh sejarah bangsa lain, seperti bangsa Indonesia yang merupakan negara yang bertetangga. Singapura saat ini dikenal dengan kota modern yang maju yang menakjubkan bagi mereka yang berkunjung. Sebagai salah satu negara dengan luas terkecil di dunia, Singapura berhasil membuktikan sebagai negara yang maju karena kekuatan globalisasi (Abshire, 2011). Negeri yang dikenal sebagai tempat tinggal orang miskin pada tahun 1960, saat ini menjadi negeri paling maju di Asia Tenggara . Pada tahun 600s, Singapura menjadi pulau tempat bertemunya para saudagar dari berbagai wilayah di bawah kekuasaan Sriwijaya di Indonesia. Oleh karena itu tidak heran hingga saat ini beberapa nama daerah asal saudagar tersebut masih diabadikan sebagai nama tempat dan jalan.

Sebagai negara jajahan Inggris, Singapura sangat didominasi oleh pengaruh Inggris. Hal ini terlihat dari sistem pemerintahan, arsitektur peninggalan, penamaan nama tempat, dan bahasa yang digunakan. Sir Thomas Raffles, pendiri Negara Singapura sebelumnya dikenal sebagai Gubernur Bengkulu yang ia sebut dengan “Bencoolen”. Beberapa nama tempat yang terkait dengan peninggalan Inggris adalah Pada tahun 1718 bersamaan dengan resminya Australia menjadi bagian negera persemakmuran Inggris, Bencoolen juga menjadi wilayah jajahan pertama Inggris di wilayah Hindia Timur dan wilayah itu semakin meluas pada tahun 1796 setelah Penang dan Malaka juga menjadi garapan baru bagi Inggris.

Menurut Tan (2015), pengiriman tahanan India pertama ke Singapura terjadi pada tahun 1825 sebagia hasil disepakatinya perjanjian The Anglo-Dutch tahun 1824. Selain didatangkan dari India, buruh tahanan ini juga diambil dari bekas koloni yang ada di Bencoolen. Tahanan buruh (convict labour) ini akan dipekerjaan sebagai budak yang akan membangun infrastruktur Singapura. Hampir 20.000 tahanan dijadikan pekerja paksa selama masa pendudukan Inggris. Raffles lebih memilih buruh tahanan dibandikan pekerja lokal yang kebanyakan etnis China dan Melayu. Kedua etnis ini menginginkan upah yang tinggi dan tdak cukup efektif untuk dipekerjakan secara paksa. Tahanan buruh dari India menempati kawasan Brash Basah dan Stamford Road. Ironisnya mereka dipekerjakan untuk membangun sel tahanan untuk mereka sendiri. Komplek penjara Bras Basah ini baru selesai pada tahun 1840s dan menghabiskan waktu hampir 40 tahun.

Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang jejak Indonesia pada penamaan nama tempat di Singapura, maka dimunculkan pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan ini, yaitu dengan pertanyaan “Apa pengaruh Indonesia dalam penamaan nama tempat di Singapura?”, Bagaimana proses pemberian nama itu terjadi?”, Bagaimana kaitannya antara latar belakang biologis, sejarah dan sosio-kultural dengan nama tempat yang digunakan pada nama tempat tersebut?” Berdasarkan latar belakang di atas,  makalah ini diharapkan dapat memberi penjelasan tentang jejak sejarah Indonesia dalam penamaan nama tempat dan jalan di Singaputra, alasan dipergunakannya nama tempat tersebut; berlansungnya proses pemberian nama jalan; dan kaitan antara latar belakang aspek biologis, sejarah dan sosio-kultural dengan nama yang diberikan. Tulisan ini diakui penulis memang belum dapat memberikan informasi yang mendalam mengenai jejak Indonesia di Singapura karena keterbatasan penulis, dan kesulitan melakukan wawancara kepada para informan sehingga masih memerlukan penelitian lanjutan.
 

Comments

Popular posts from this blog

Danau Suro Kepahiang

Menjadi Bidadari Hatimu....